Lifestyle

Aipda Yono, Bhabin Cimande Berdayakan Warga Desa Bertani Cabai JOURNALNEWS

Written by diana

PANGKAT  hanya Aipda  (Ajun Inspektur Dua).  Tapi soal memberdayakan  masyarakat, dia tak kalah dengan jenderal atau mereka yang bergelar profesor sekalipun. Lewat lahan kosong seluas 3.000 meter persegi, dia sulap menjadi lahan perkebunan cabai dan tomat.

Puluhan warga Desa Cimande yang semula mengandalkan hidup dari butuh tani dan pengganguran, kini mampu mandiri. Harkat dan derajat ekonomi mereka kini terangkat.  Dia adalah Aipda Yono Martono. Bhabinkamtibmas (Bhabin) Desa Cimande ini dianggap sebagai pahlawan bagi warga di wilayah tugas dan tanggung jawabnya itu.

“Alhamudullilah, lewat perkebunan cabai dan tomat ini warga setempat dapat menikmati hasilnya,” ucapnya. Bapak dua anak ini masuk polisi tahun 1994. Usai mengikuti pendidikan setahun, dia  berdinas di Polwil Bogor, kini dilebur menjadi Polresta Bogor Kota. Sejak itu, dia banyak menghabiskan karier di berbagai satuan di lingkungan Polwil Bogor.

Hingga akhirnya, 2012 dia ditugaskan di Polsek Caringin, sebagai anggota Bhabin Desa Cimande. Pengalaman sebagai anggota Bhabin di berbagai desa di wilayah Polres dan Polresta Bogor, mendorongnya menggangkat  ekonomi warga ketika melihat lahan kosong.  Dia ingin menyulap lahan itu menjadi perkebunan cabai dan tomat.

LAHAN KOSONG

Kegemarannya bercocok tanam sejak kecil ditambah ilmu yang didapat dari bapaknya sebagai petani, menjadi modal utama baginya. Bersama warga setempat, dia olah lahan itu  hingga akhirnya menjadi perkebunan cabai dan tomat. “Namanya bertani, pasti ada pasang surutnya, tapi saya menyakinkan pada warga tidak patah semangat,” katanya.

Loading...

Alhasil, saat harga cabe pada 2014 silam meroket dia dan warga menikmati hasil di luar dugaan.  Bagi prajurit Polri ini, berbagi ilmu sekaligus memberdayakan masyarakat hingga mengubah nasib banyak orang, membuatnya  bangga. “Ingat amal kita  di akherat yang tak pernah habis, salah satunya amal yang bermanfaat,” ucapya.

ANGKAT DERAJAT

Sebagai anggota Bhabin, Aipda  Yono  mengaku aktifitas  di non-formalnya ini tidak menganggu aktifitasnya sebagai pelayan masyarakat. “Terlahir dari orangtua petani, membuat saya bertekad mengangkat derajat keluarganya. Maka cita-cita pun diputuskan. Saya harus menjadi anggota Polisi,” kenangnya.

Dalam perjalanan kariernya hinggga berpangkat Aipda, dia bersyulur  dan tidak melupakan asalnya. Ia justru membina dan mempekerjakan sejumlah orang lewat berkebun cabai dan tomat. Baginya, rejeki selalu datang dari berbagai penjuru tanpa disangka-sangka. Bila kita mau berusaha dan rajin,  tidak akan kekurangan saudara dan teman apalagi makan.

Itulah moto hidup Aipda Yono Maryono. “Menyatu dengan masyarakat, mensosialisasikan program Polri, saya aplikasikan lewat berkebun. Ini cara saya sebagai seorang polisi menyatu dengan masyarakat,”  imbunya, (yopi/iw)

Sumber : Postkotanews

Loading...

About the author

diana