Ini Dia Tanda Melemahnya Ekonomi Indonesia Menurut Sri Mulyani LOCALNEWS

by

Copyright©Kedai Pena

Sri Mulyani Ungkap Tanda-Tanda Ekonomi Indonesia Lemah Tahun Ini

Indowarta – Berdasarkan laporan data keuangan yang dipublikasikan, diketahui hingga bulan April 2019 kemarin perpajakan yang telah diterima oleh Negara sebesar Rp 436,4 Triliun, dimana untuk angka ini setara dengan 24,4% target APBN pada periode 2019 yang mencapai Rp 1.786,4 Triliun.

Dan kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya dalam waktu yang sama, jumlah tersebut telah mengalami kenaikan sebesar 4,7%. Akan tetapi untuk pertumbuhan yang dialami pada saat itu masih jauh lebih tinggi dibanding periode di tahun sebelumnya. Dengan demikian, secara tidak langsung bisa dibilang peningkatannya telah mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman detikFinance, Kamis (16/05/2019), Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Indonesia dalam Konferensi Pers APBN yang digelar tadi siang telah dijelaskan jika penerimaan pajak hingga April 2019 mencapai Rp 387 triliun. Dimana untuk nominal tersebut cuman mengalami pertumbuhan 1% saja dibanding bulan April 2018 yang sebesar Rp 383,1 triliun. Akan tetapi kalau di akumulasikan terhadap APBN cuman 24,5% saja, dimana perolehan tersebut lebih rendah ketimbang April 2018 yang bisa tembus 26,9%.

 

Menkeu Sri Mulyani
Copyright©detikfinance

“Ini ada tanda-tanda penurunan perekonomian yang terlihat dari sisi penurunan penerimaan pajaknya,” seperti itulah tegas Sri Mulyani kepada media yang datang dalam konferensi Pers APBN tersebut. Dilihat dari sektor PPh non migas, jatahnya terhadap APBN turun dari 26,1% menjadi 24,1%, dan total PPh non migas pada bulan April 2019 ini sebesar Rp 364,8 triliun.

Dianggapnya untuk penurunan PPh non migas tersebut tidak terlalu masalah, justru yang mengkhawatirkan yakni PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dimana pada bulan April 2019 penerimaannya hanya sebesar Rp 129,9 triliun, angka tersebut 4,3% lebih rendah jika dibanding bulan April 2018 yang mampu mendapatkan angka Rp 135,8 triliun.

“Yang perlu diwaspadai adalah PPN ada penurunan 4,3%. Ini akibat kita membuat kebijakan untuk restitusi yang dipercepat. Ya PPN kita mengalami tekanan karena kita memberikan pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha. Tapi bukan berarti kondisi ekonominya terkontraksi karena masih tumbuh 5%. Laba perusahaan Tbk hanya tumbuh 7,12% di 2018. kalau Laba mereka 2017 perusahaan ini tumbuh 22,7%. Ini yang menunjukkan korporasi kita tidak menikmati laba sekuat sebelumnya. Ini menyebabkan PPh badan mengalami penurunan pertumbuhan,” jelas Sri Mulyani dalam keterangan lanjutannya.

baca juga: Kerap Dikritik, Jokowi Sebutkan Prestasinya Pada Sektor Ekonomi!

Sumber : indowarta