Satgas Mafia Bola Fokus Tangani Dua Kasus Pengaturan Skor JOURNALNEWS

by

JAKARTA – Tim Satgas Anti Mafia Bola masih terus mendalami keterlibatan tersangka lain dalam pengaturan skor pertandingan sepak bola. Sejak dibentuk enam bulan lalu tim satgas sudah menjerat 16 tersangka.

Kepala Anev Satgas Antimafia Bola Polri, Kombes Edi Ciptanto mengatakan, pihaknya terus bekerja maksimal melakukan menyidik dan mengembangkan perkara yang sudah ditangani.

“Sejak dibentuk, kami sudah dapatkan lima perkara dari lima laporandan 16 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan enam di antaranya ditahan,” kata Edi, dalam diskusi “Libas Habis Mafia Bola” yang diadakan Forum Wartawan Polri (FWP), Jumat (15/3).

Dari lima perkara tersebut, kata Edi pihaknya fokus penyelesaian dua perkara yaitu kasus Banjarnegara dan VW. Disamping itu, pihaknya juga tetap melakukan penyelidikan laporan yang masuk dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru.

“Dari lima perkara tersebut, kami fokus terlebih dulu selesaikan dua perkara penyidikan yakni kasus Banjarnegara dan VW agar bisa segera dilimpahkan untuk disidangkan. Tapi kami juga tetap lakukan penyelidikan untuk laporan lain yang baru masuk diantaranya dari Call Centre,” ucap Edi.

Edi mengungkapkan saat ini penyidik masih bekerja keras mendalami beberapa kasus yang telah naik ke tingkat penyidikan. Dia mencontohkan pemeriksaan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang memakan waktu cukup lama.

“Untuk melakukan penyidikan kasus ini tidak mudah. Kerja keras ekstra. Pak Joko Driyono saja diperiksa marathon begitu. Apabila dimungkinkan ada tersangka baru,” jelas Edy.

Pengamat sepak bola dari Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, berharap Satgas Antimafia Bola Polri bisa dan mau terus bergerak dengan intensitas tinggi untuk membasmi mafia sepak bola di Indonesia.

“Gurita mafia bola sudah mengotori kolam sepak bola Indonesia dan menularkan penyakit ke banyak ikan yang ada di dalamnya. Untuk kembali menyehatkannya, tak ada jalan lain kecuali harapan kita agar Satgas Anti Mafia Bola Polri membersihkan kolam kotor tersebut,” tukasnya.

Dikatakannya lagi, saat ini masih ada kekhawatiran di masyarakat upaya pemberantasan mafia bola tak kan selesai hingga tuntas. Karena itu pihaknya ikut mendorong Polri membersihkan tubuh PSSI.

Sementara itu, mewakili suporter Indonesia, Helmi Atmadja dari Forum Diskusi Suporter Indonesia mengatakan, sebagai suporter fanatik yang sudah menganggap sepak bola seperti agama tentu menaruh harapan besar kepada Satgas Antimafia Bola Polri.

“Kita datang ke stadion untuk mendukung tim kita dan berharap mendapat suguhan laga yang menarik dan fair. Bukannya datang untuk menonton laga yang hasil akhirnya sudah diatur sebelumnya. Kita mau sepak bola Indonesia berprestasi dan bersih dari praktik mafia bola,” tukas Helmi. (ilham/b)

Sumber : Postkotanews