Undangan Bukber Padat? Kontrol Makan Agar Tak Gila-Gilaan dengan Tips Ini JOURNALNEWS

by

NEWSTODAY – Puasa sudah memasuki hari ke 11. Undangan untuk menghadiri acara buka puasa bersama alias bukber semakin mengular. Ajang makan enak di bulan Ramadan ini memang cara paling efektif untuk menjalin silaturahmi. Namun sekaligus kesempatan emas untuk makan gila-gilaan.

Jika tak dapat mengontrol diri, bisa jadi selama bukber Anda akan melibas habis semua menu yang disajikan. Apalagi jika di acara tersebut digelar dalam konsep buffet. Ini bisa menjadi bencana besar bagi yang bisa mengganggu kesehatan.

Untuk Anda yang memiliki banyak undangan acara bukber, simak tips penting dari Head of Nutrifood Research Centre Astri Kurniati berikut agar makan tetap dalam kontrol, seperti yang dirangkum dari laman Kompas.com pada Selasa (14/5/2019):

1. Pilih Menu yang Tinggi Serat

Buah-buahan bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengawali buka puasa. Selain kaya akan kandungan serat, buah juga merupakan karbohidrat sederhana yang penting bagi tubuh yang butuh asupan energi dalam waktu singkat.

Selain buah, sayuran juga opsi yang sangat disarankan. “Buah adalah contoh yang lebih bagus. Karena dia tidak sekadar memberi energi,” jelas Astri ditemui di sebuah sesi berbincang yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (13/5) lalu.

Baca Juga: Tips ala Rasulullah, Ini Cara Aman Pasien Jantung Tunaikan Puasa Ramadan

2. Jauhi Gorengan dan Makanan Berlemak yang Menggoda

Ini mungkin cukup berat dilakukan, karena umumnya menu yang tersedia untuk berbuka puasa di luaran adalah makanan yang digoreng dengan teknik deep frying atau makanan yang tinggi kandungan lemak seperti olahan santan. Pilih makanan yang dikukus atau digoreng dengan teknik pan frying.

Astri menjelaskan, lemak merupakan makronutrien yang sulit dicerna dan dapat bertahan lama di lambung. “Setelah seharian tidak makan, itu akan lebih berat kerjanya untuk lambung. Jadi sebisa mungkin hindari gorengan dan makanan berlemak,” ungkapnya.

3. Batasi Minuman yang Tinggi Gula

Memang berbuka disarankan dengan yang manis. Tapi bukan berarti Anda bisa bebas mengonsumsi minuman tinggi kandungan gula setiap hari selama bulan Ramadan. Kadar gula terlalu tinggi akan membuat hormon insulin terus-menerus dikeluarkan pankreas yang berujung diabetes.

Ketahuilah bahwa dengan berbuka menggunakan minuman manis justru bukan membuat rasa haus usai berpuasa hilang. “Efek manisnya membawa ingin minum lagi. Itu sensasi yang ditinggalkan oleh gula,” jelas Astri.

Sangat disarankan untuk segera mengonsumsi air putih untuk menghindari kondisi dehidrasi. Atau bisa juga ditambah dengan buah-buahan, mengingat buah tak hanya menyegarkan, namun juga tinggi kandungan serat, vitamin, dan mineral.

“Kita harus ganti semua kekurangan cairan dengan air putih dan perbanyak buah,” pungkasnya.

Sumber : Suratkabar